-=[ Klick Go To My Homepage ]=-














!!Catatan Si Hitam!!
!!http://cekouff.blogspot.com/!!
0

Bangka Kota Yang Penuh Dengan Sejarah

Kamis, 29 November 2012
Share this Article on :

Wisma Menumbing berada di puncak gunung Menumbing, di Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia.
Wisma Menumbing merupakan salah satu tempat yang menjadi rumah pengasingan Ir. Soekarno (Presiden RI Pertama) dalam perjuangan perintis kemerdekaan pada masa penjajahan Belanda. Wisma menumbing berada di puncak Gunung Menumbing dengan pemandangan yang indah dan cuaca yang sejuk.

Menumbing, Menelanjangi Sejarah Bung Karno 

Kota penyimpan seribu cerita sejarah. Kalimat yang memang pantas disandang oleh Pulau Bangka. Selama saya dan rekan petualang mengunjungi pulau ini, kami sudah mengunjungi banyak situs sejarah. Situs-situs itu antara lain Tugu Proklamator, Kherkof (Makam Belanda), Museum Timah, Perigi Pekasam (lubang buaya versi Bangka), dan yang paling banyak menyimpan sejarah kelam para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu Pesanggrahan Menumbing dan Wisma Ranggam.

Tepat di Hari Kesaktian Pancasila 2010, saya dan rekan petualang bergerak menuju Bukit Menumbing. Letaknya 15 km dari kota Muntok, kalau dari Pangkalpinang bisa menghabiskan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Mas Sutejo, penjaga Pesanggrahan Menumbing menyambut dengan hangat ketika kami sampai di pintu masuk gedung yang sudah dibangun sejak tahun 1928. Ia membawa saya dan rekan mengelilingi semua ruangan. Tepat di sebelah ruang tamu, ada aula terbuka dengan beberapa meja dan kursi yang tertata rapi. Di dekatnya, anda bisa melihat mobil tua yang dipakai Bung Hatta selama diasingkan di Menumbing. "Aula ini tadinya adalah penjara untuk para proklamator kita. Setelah mereka dibebaskan dan diasingkan ke tempat lain, sel penjara ini dibuka dan dijadikan tempat sidang para tentara Belanda." tutur Mas Sutejo sambil menunjukkan garis di lantai yang merupakan batas sel penjara.

Pada jaman Agresi Militer Belanda, para pahlawan proklamator yang diasingkan ke tempat ini terbagi menjadi 3 rombongan. Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan dalam rombongan yang berbeda. Bung Hatta yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri dan menteri pertahanan masuk dalam rombongan pertama bersama A.G. Pringgodigdo (Sekretaris Negara), Assaat (Ketua Badan KNIPP), dan Suryadarma (KSAU). Mereka dibawa langsung oleh tentara Belanda dari Yogyakarta tanggal 22 Desember 1948.

Bung Karno bersama H. Agus Salim (Menteri Luar Negeri) termasuk dalam rombongan ketiga yang sampai Bangka pada tanggal 6 Februari 1949. Pemindahan beliau dari Sumatera Utara (dekat Danau Toba) merupakan permintaan dari Bung Karno sendiri. Alasannya pada saat itu adalah agar mudah berkonsultasi dengan Bung Hatta. Namun pada akhirnya, Bung Karno meminta dipindahkan lagi ke Wisma Ranggam yang terletak di bawah Bukit Menumbing karena faktor cuaca yang terlalu dingin.

Semua sejarah tentang pengasingan ini bisa anda baca dari surat-surat dan foto-foto yang terbingkai di ruang kerja Bung Karno. Mulai dari tulisan Ali Sastroamidjojo untuk Bung Hatta, foto-foto pemimpin bangsa Indonesia yang pernah diasingkan di Pulau Bangka, dan juga tulisan-tulisan tentang kontribusi terhadap pembangunan di Bangka yang sudah mereka lakukan selama di Menumbing.

Sayangnya, setelah selesai menyusuri kamar Bung Karno dan Bung Hatta, kami menuruni Bukit Menumbing dan hanya sempat mengabadikan Wisma Ranggam menjelang gelap menjemput. Agar tak ketinggalan banyak situs sejarah lainnya, kami sarankan anda yang ingin napak tilas ke tempat pengasingan Bung Karno ini pergi sekitar jam 6 atau jam 7 pagi. Hati-hati ketika sudah sampai di daerah perbukitannya karena jalanan hanya satu arah. Koordinasikan dengan satpam yang menjaga untuk mengetahi apakah ada mobil yang sedang turun atau naik.

Perjalanan hari ini sungguh luar biasa. Belajar dan menulis tentang sejarah dari tempatnya langsung membuat saya bisa mengingatnya sampai kapanpun. Sebenarnya masih banyak cerita menarik seputar Pesanggrahan Menumbing ini, nantikan tulisan selanjutnya dari Tim Babel & Sumsel ya!
http://cekouff.blogspot.com/search/label/?max-results=4http://cekouff.blogspot.com/search/label/?max-results=4
Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Informatika Kabupaten Bangka Barat, Chairul Amri Rani mengaku bertekad mengembalikan wisata cagar budaya yang ada di kawasan sebelah barat Pulau Bangka tersebut. Salah satunya adalah Pesanggrahan Menumbing. Bangunan yang terletak di Bukit Menumbing, ketinggian 445 meter di atas permukaan laut itu dikenal masyarakat setempat sebagai tempat pengasingan proklamator RI, Soekarno dan Hatta, setelah agresi militer Belanda II pada 19 Desember 1948.

Amri, sapaan akrab Chairul, mengatakan keinginan untuk mengembalikan cagar budaya di Muntok semakin kuat seiring decak kagum para wisatawan asing yang datang berkunjung. Salah satunya saat wisatawan tersebut melihat Pesanggrahan Menumbing.

"Ini salah satu kastil tercantik di dunia," ungkap Amri menirukan komentar salah satu wisatawan yang melihat Pesanggrahan Menumbing.

Dituturkan Amri, saat ditemui Tribunnews di kantornya belum lama ini, Pesanggrahan Menumbing, yang dibangun sekitar tahun 1928-1930, memang memiliki pesona yang sangat indah. Selain dikarenakan sejarahnya, sebagai tempat pengasingan proklamator RI dan sejumlah pemimpin yang tertawan usai Agresi Militer Belanda II, pesanggrahan ini menyuguhkan pemandangan yang sangat indah.

"Bangunan pesanggrahan langsung menghadap Selat Bangka dengan hamparan laut yang indah. Suasananya yang asri juga menambah pemandangan indah itu," katanya.

Saat ini, Amri mengaku pihaknya tengah berusaha mengembalikan keaslian Pesanggrahan Menumbing seperti sedia kala. Pasalnya, ketika dikelola pihak ketiga yaitu PT Carmeta, ada beberapa perubahan yang dilakukan. Salah satunya kolam renang yang difungsikan menjadi taman.

"Nanti akan kita hidupkan kembali menjadi objek wisata. Beberapa renovasi akan dilakukan untuk mengembalikan ke bentuk aslinya," tegas Amri. Pengelolaan Pesanggrahan Menumbing mulai diambil alih Dinas Perhubungan, Pariwisatan dan Informatika Kabupaten Bangka Barat sejak Desember tahun lalu.

"Sekarang kita sudah memasang lampu PLTS untuk menambah penerangan dan ke depan akan dibangun lapangan parkir untuk pengunjung, mushalla, serta beberapa warung. Dengan demikian pengunjung akan semakin nyaman berkunjung ke sana," imbuhnya. (M Ismunadi)


Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

Read more: http://blogkomputer12.blogspot.com/2012/06/tips-memasang-widget-untuk-mempercantik.html#ixzz2CsoLdPTs

Blogger news

Column 1

Musik

Pages

Popular Posts