-=[ Klick Go To My Homepage ]=-














!!Catatan Si Hitam!!
!!http://cekouff.blogspot.com/!!
0

hidup

Senin, 03 Desember 2012


perjalanan hidup...
terkadang. perjalanan hidup terasa sangat melelahkan.... dari untaian kata kata yang telah terangkai dalam hidup... kebanyakan orang hanya berfikir pendek tentang hidupyang akan mereka jalani... padahal.. jika dapat di telusuri dan di fikirkan dengan baik.... hidup adalah perjalanan panjang yang akan kita lalui.... hidup yang kita rasa untuk sementara ini memiliki perputaran waktu yang amat teramat panjang..... siasia terasa jika kita lalui hanya sekedar untuk melakukan hal hal tak bermakna.....
hidup.... hidup ini mengartikan amat teramat filsof kata kata yang berarti.... tidak bisa di salah kan jika hiddup yang kita jalankan itu sia sia!!! hidup itu bergantung kepada kita... karna kita lah yang menjalaninya... hidup kta bukan orng yang mejalani melainkan kita sendiri!!!
HIDUP harus bisa kta pahami kata kata demi kata yang terkandung di dalamnya.... satu untaian kata akan bermakna apa bila kta dapat merasakan bait demi bait yang tertulis... sma seperti HIDUP harus kta pahami... satu demi persatu permasalahan yang akan kita jalani...... http://cekouff.blogspot.com/
0

Luka Itu Terasa Perih


Luka itu terasa perih. Seorang laki-laki yang hancur hatinya. Laki-laki itu masih remaja. Wajahnya terlihat usang.. Diusia anak laki-lakinya berumur sembilan bulan, istrinya meninggalkannya dan anak laki-lakinya. Istrinya meninggalkan karena kehidupan yang susah, ‘aku menikah agar aku hidup bahagia bukan hidup susah.’ begitu kata istrinya. Dalam seorang diri tanpa istri, dirinya merawat anak dan mengasuh. Apapun pekerjaan dilakukan untuk menghidupi sang buah hati. Kepergian istrinya telah membuat luka dihati, Peristiwa itu membuat dirinya menjauh dari Allah. Ibadah yang biasa dilakukan, tidak dilakukannya lagi. ‘Buat apa sholat bila hidup menderita.’ begitu tuturnya. Dengan hati yang terluka, perjalanan hidup ada kemudahan. Rizkinya lancar, anaknya tumbuh besar sampai menginjak kelas dua SD.
Anaknya menjadi kebanggaan. disekolah selalu ranking satu. Semua surat dalam Juz Amma’ telah dihapal. Bahkan anaknya sudah mampu membaca al-Quran dengan lancar. Kebahagiaan menyelimuti hidupnya, terkadang terselip kekecewaan, kemarahan dan perih dihatinya belumlah hilang. Sampai suatu hari anak laki-laki yang dicintainya sakit keras dan seminggu kemudian dipanggil oleh Sang Pecipta. Meninggal anak yang dicintainya benar-benar membuat hati terasa hancur, tidak ada lagi yang tersisa senyuman dibibir. Air matanya mengalir. ‘Sudah tidak ada yang tersisa Mas Agus. Saya sudah tidak punya apapun dalam hidup ini kecuali hanya Allah.’ Ucapnya malam itu di Rumah Amalia. Matanya basah, beberapa kali ia nampak mengusap air mata yang yg mengalir dipipi.
‘Saya mengira dengan cara menjauhi Allah, saya akan menemukan kembali apa yang hilang, yang terjadi malah sebaliknya, makin banyak kehilangan demi kehilangan. Saya kehilangan Allah, saya kehilangan diri saya sendiri.’ desahnya panjang memilukan, terasa perih dihati. ‘Maafkan aku Ya Allah. Astaghfirullah,’ ucapnya lirih. Malam semakin larut. Ditengah hatinya hancur, ia telah menemukan secercah cahaya, karena hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dirinya bergantung & memohon pertolongan.
0

pemahaman!! hidup!!


http://cekouff.blogspot.com/

menemui jalan hidup ku sendiri adalah posisi dimana aku apat mengerti apa makna makna perjalanan hidup yang telah di jalani......
merasakan sebuah kekecewaan. kesedihan. keperihan dan kebahagian adalah awal dar semua permulaan hidup yang akan di jalani....
merasakan sakit! pedih! adalah awal kita dalam menjalani perjalannnnnnn yang mungkin amat lah panjang...... mungkin ada yang berkata hidup hanya sementara.... BENAR tapi dari sisi perjalanan yang kita jalani semua akan pajang....
merasa tercampakkan antara ramainya umat manusia yang berada di dunia ini... itu adalah hal yang amat terama pedih... merasa tercampakkan! tak di anggap adalah hal dima posisi hidup terasa berada di ujung! di ambang ke tidak beradaan..... jika MAAF adalah kata dimana suatu perbuatan yang dianggap dapat mengampuni kesalahan tapi jika berkata tulus dan dapat mengakui kesalahan terasa lebh baik!!!
hidup ini penuh liku sahabat!!
tak ada yang daat menjalani hidup dengan sempurna dan slalu dalam posisi bahagia!! pasti dalam hidup ada sesuatu yang membuat kita tdk sempurna!!! TAPI jika kita dapat menutupi kekurangan kita dengan kelebihan yang kita punya alangkah beruntung dah bahagia kita saat itu.....
sesuatu kekurangan itu akan menjadi satu kelebihan untuk kita!!!!
0

!!! sit


jika kmu berada i posisi ku apa yang kmu rasakan?
tau kah kmu btapa kecewa dan sakit yang aku rasakan sekarang sekarang? kecewaa kecewa kecewa.!!
kata kata itu yang mampu aku ungkapkan sekarang....
setiap detik aku berharap!! apa kau tau? perjalanan hidup ku terganggu.  sekarang jiwa ku terasa terguncang.... lelah. sakit ini aku tanggung sendiri... kau berjalan dgn seenak jidat mu!! pernah kah kau memikirkan perasaan ku? jikalau iya apa buktinya? kau slalu menyakitikuuuuuuu!!!
terkaadang aku berfikir btapa bodohnya driku ini mengharap mu..... dan knp rasa yg ku punya ini merasa tak tau diri? knp dia muncul lebihbesar disaat saat seperti ini! BODOH SANGAT MENURUTKU!! ungkapan ku ini bukan hanya sekedar perkara mudah....
mungkin skarang aku bisa membenarkan kata kata orang... cinta membuat gila.... SETAN persetan dengan ini...  terkadang aku ragu dalam berjalan. setiap pilian ku teraasa bimbang!! KAU MEMBUAT KU JATUH hingga dasar yang paling dalam.
kau pernah bilang karma akan berlaku... skarang aku merasakn itu KARMA YANG MENJIJIKKAN setaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnn. munggkin dalam fikiran ku skarang hanya da cacian an kata2 tidak baik.... maaf aku bgini... bukan bermaksud tapi skrang ini yang mampu memp\buat ku tenang.. menulis menulis dan menulis...
meletakkan kesakit hatian ku pada tulisan yang mungkin tak tau arah tujuan ini....
0

MAKNA CINTA


ketika cinta terasa bergetar dam merasuk ke dalam hati.
ketika itulah kita merasakan makna dan hadirnya.
hidup terkadang acuh terhadap semua itu.
tapi kita yang menjalankan...
hidup tampa cinta tak bermakna.
setetes pemikiran akan tersirat.
logika tak mampu merangkul gejolak pemikiran.
dewa!
sang dewa yang merasakan nikmat cinta mungkin akan merasakan hal yang sama.
jika cinta telah merasuk. tak ada lagi yang dapat kita lakukan.
saat cinta memudar.
kata MAAF tak akan dapat di dengar.
MUNGKIN saat ini cinta adalah agung2an setiap insan yang merasakan nya.
tapi!!!
jika CINTA telah berubah jadi amarah.!!!1
semua akan berbeda...
terkadang semua arti cinta tak dapat termaknakan.
tapi cobalah mengingat dan berfikir. jika cinta berakir.. pantaskah semua berubah jadi perdebatan atau permusuha???
biar mereka yang menyebabkan rasa itu berubah menyesalinya dgn sendiri tak perlu ada kata MARAH
0

PERJALAN LAGI.........


ketika perjalanan hidup ini berjalan.
rasa perih yang kini terasa mungkin akan hilang.
semua tentang mu, tentang dia akan lagi menjadi sebuah kenangan.
cukup aku tahu!
cukup mereka bisu di depan ku.!
aku tak perlu mereka berbicara. cukup dgn diam munkin akan terobati sakit ini :)
perjalanan hidup ini masih panjang.
tak tau betepa sulitnya nanti lagi ,tapi cukuplah nanti aku! cukup aku yang tahu atas perasaan ku saat ini kepadamu....
ketika nanti. mungkin suatu saat!
tiba2 air mata ku tertetes kembali. cukup diam.
jangan lagi pedulikan rasa ku ini.
biarkan dia larut!!
biarkan dia hening dalam kepedihan yang dia rasakan.
semua tentang ku hanya ingatan tabu bagi mu.
maaf aku menuliskan luka.
cukup mengerti sekarang.
membuat aku mengerti dan akan merasakan selamanya.
memang benar!!
toresan luka di hati sangatlah pedih rasanya. tapi aku mencoba memahami dan mengerti betapa banyaknya suatu arti dalam hidup ini.
mungkin. jika aku mengartikan SALAH aku tak seperti ini. TAPI aku mencoba mengerti INI YANG TERBAIK.!!
teruskan hidupmu.
jangan lagi menyakiti! cukup aku yang merasakan sakit ini.PERJUANKANLAH CINTAMU SEKARANG!!
0

Jangan Putus Harapan dari Meraih Ampunan

Minggu, 02 Desember 2012


Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Kediri hafizhahullah
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53)
Tidaklah ada seorang manusia kecuali pasti pernah terjatuh dalam dosa dan kesalahan. Namun demikian, tidak sepatutnya bagi anak cucu Adam putus harapan dan enggan memohon ampun kepada Sang Khalik. Karena Dia pasti akan memberikan ampunan, walaupun dosa-dosa manusia itu sebanyak buih di lautan. Siang dan malam ampunan-Nya senantiasa terbentang, untuk hamba-Nya yang memohon ampun dengan ketulusan. Itulah kemurahan Ar-Rahman, kepada hamba-Nya yang beriman.
Ayat (dalam surat Az-Zumar: 53) yang menjadi topik pembahasan kita kali ini merupakan salah satu ayat yang menunjukkan betapa luasnya kasih sayang Allah. Sebesar apapun dosa manusia, jika dia mau jujur untuk mengakui kesalahannya, kemudian bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat, maka ampunan dan rahmat-Nya pasti akan diberikan kepada sang hamba.
Sebab Turunnya Ayat
Shahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas pernah mengabarkan bahwa ada sekelompok orang dari kalangan musyrikin yang telah melakukan banyak pembunuhan dan perzinaan. Kemudian mereka mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya apa yang engkau katakan dan engkau dakwahkan sangat baik, kiranya engkau memberitahu kami apa yang bisa menjadi kaffarah (penghapus dosa) atas perbuatan-perbuatan kami tersebut?”
Seketika itulah, Allah menurunkan ayat-Nya (yang artinya),
“Dan orang-orang yang tidak beribadah kepada sesembahan yang lain (selain Allah) bersamaan dengan beribadah kepada Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosanya.” (Al-Furqan: 68)
Dan ayat-Nya (artinya),
“Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53) (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Sebab turunnya ayat di atas menunjukkan bahwa dosa-dosa besar yang telah mereka lakukan (kesyirikan, pembunuhan, dan perzinaan) akan terhapus dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut, bertaubat, beriman setelah sebelumnya berada di atas kekufuran dan kesyirikan, kemudian mengiringinya dengan amal shalih. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam ayat setelahnya (artinya):
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti oleh Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Furqan: 70)
Dengan demikian, terjawablah pertanyaan mereka tersebut. Jadi, sebesar apapun dosa yang dilakukan, jangan berputus asa untuk meraih ampunan-Nya. Tentang ayat 53 dalam surat Az-Zumar ini, al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Ayat ini merupakan seruan kepada semua pelaku maksiat, baik dari kalangan orang-orang kafir maupun selain mereka, untuk bertaubat dan kembali kepada Allah. Ayat ini juga mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni semua dosa bagi orang yang bertaubat dan meninggalkan dosa tersebut.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)
Penjelasan Ayat
قُلْ
“Katakanlah.”
Ini perintah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya yang mengemban dakwah dan menyeru umat manusia kepada kebenaran. Mereka diperintah oleh Allah untuk mengatakan dan menyampaikan kepada para hamba sebuah kalam-Nya yang suci:
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri.”
Yaitu hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang telah berbuat dosa dan maksiat. Dikatakan sebagai orang yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri karena orang yang melakukan kemaksiatan pada hakekatnya telah menjerumuskan diri mereka sendiri kepada jurang kebinasaan. Mereka telah berbuat zalim dan aniaya terhadap dirinya sendiri.
Firman-Nya,
لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.”
Sehingga kalian tidak mengharap rahmat dan ampunan-Nya. Jangan sampai kalian mengatakan, “Kesalahan-kesalahan kami sudah terlampau banyak, dosa-dosa kami sudah sangat besar sehingga tidak mungkin Allah akan mengampuni kami.” Atau ucapan semisal itu yang menunjukkan keputusasaan dan rasa pesimis dari mendapatkan kasih sayang-Nya. Sungguh sikap seperti ini justru akan semakin menumpuk dosa dan melahirkan berbagai kejelekan, di antaranya:
Pertama, sikap seperti ini akan menyebabkan seseorang terus-menerus berada dalam jurang kemaksiatan. Ia tidak mau mengentaskan diri dan keluar dari jurang yang membinasakan tersebut karena di hatinya sudah tertanam bahwa Allah tidak akan mengampuni dosanya.
Kedua, sikap seperti ini menunjukkan su’uzhan (buruk sangka) dia terhadap Penciptanya, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Ketahuilah bahwa di antara bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah pemberian ampunan kepada siapa saja yang memohonnya.
Ketiga, sikap berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala itu merupakan sikap tercela, sebagaimana firman Allah ketika mengisahkan perkataan Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam (artinya):
“Dia (Nabi Ibrahim) berkata: Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-nya kecuali orang-orang yang sesat.” (Al-Hijr: 56)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang perbuatan apa saja yang digolongkan dosa besar. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Syirik kepada Allah, berputus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari adzab Allah.” (HR. ath-Thabarani, al-Bazzar, dan selainnya)
Firman-Nya,
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا
“Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”
Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya yang ingin bertaubat. Sebesar dan sebanyak apapun dosa itu, Allah akan mengampuninya dengan taubat.
Satu masalah penting yang harus dipahami dengan benar. Sepintas, ayat ini bertentangan dengan ayat yang lain (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang di bawah itu bagi barangsiapa yang dikehendaki-Nya.” (An-Nisa’: 48). Pada ayat ini, dengan tegas Allah menyatakan tidak akan mengampuni dosa syirik.
Tidak ada pertentangan sedikit pun di dalam Al-Qur`an antara ayat yang satu dengan ayat yang lain. Ayat dalam surat An-Nisa’: 48 menerangkan bahwa dosa syirik -yang merupakan dosa paling besar- tidak akan diampuni oleh Allah jika pelakunya belum bertaubat darinya. Adapun perbuatan yang tingkatan dosanya di bawah syirik, maka ini di bawah kehendak Allah. Jika berkehendak, Allah akan mengampuninya, dan jika tidak, maka dengan keadilan-Nya, pelakunya berhak mendapatkan adzab dari Dzat Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Namun apabila pelaku kesyirikan itu sudah bertaubat, maka sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman (artinya), “Wahai anak Adam, kalau dosa-dosamu (sangat banyak) sampai mencapai awan di langit, kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku, pasti Aku akan mengampunimu dan Aku tidak  peduli. Sesungguhnya jika kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian kamu datang menjumpai-Ku (ketika meninggal) dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, maka Aku akan memberikan ampunan sepenuh bumi.” (HR. at-Tirmidzi)
Dipahami dari hadits qudsi ini, bahwa Allah akan mengampuni dosa hamba-Nya kalau si hamba itu tidak berbuat syirik. Berarti dosa syirik itu tidak terampuni kalau pelakunya meninggal dalam keadaan belum bertaubat darinya dan masih membawa dosa tersebut.
Jangan Menganggap Remeh Dosa
Ketika seseorang telah yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ala pasti mengampuni semua dosa, dan tidak boleh bagi seorang pun berputus asa dari rahmat-Nya, maka jangan sampai terseret oleh tipu daya setan yang lain, yaitu menganggap remeh perbuatan dosa sehingga menjadi bermudah-mudahan dalam melakukannya. “Kan Allah Maha Pengampun, gampang nanti tinggal taubat, beres…”  Ini adalah bisikan-bisikan setan yang terus dihembuskan ke dalam hati-hati manusia.
Pembaca yang dirahmati oleh Allah. Sungguh sekecil apapun perbuatan hamba, baik ataupun buruk, akan tercatat di sisi Allah dan pelakunya akan melihat akibat dari perbuatannya itu. Jangankan dosa besar, dosa kecil pun kalau terus dilakukan oleh seorang hamba, maka akan terus bertumpuk pada dirinya dan akhirnya menjadi dosa besar yang akan membinasakannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ، فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ
“Hati-hati kalian dari dosa-dosa yang dianggap remeh, karena dosa-dosa tersebut akan terkumpul pada diri seseorang sampai akhirnya bisa membinasakannya.” (HR. Ahmad, ath-Thabarani)
Demikianlah ajaran Islam yang penuh rahmat. Dosa apapun akan terampuni dengan taubat. Namun jangan sekali-kali menganggap enteng perbuatan maksiat. Bersegeralah mengingat Allah dan beramal kebajikan sebelum terlambat. Semoga Allah memberikan kepada kita kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Kabulkanlah permohonan kami Yaa Kariim, Yaa Mujiibad da’awaat.
Wallaahu a’lam bish shawab.
Sumber:
http://www.mahadassalafy.net/2012/06/jangan-putus-harapan-dari-meraih-ampunan.html
Read more: http://blogkomputer12.blogspot.com/2012/06/tips-memasang-widget-untuk-mempercantik.html#ixzz2CsoLdPTs

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Blogger news

Column 1

Musik

Pages

Popular Posts